Kita dapat melakukan aksi Go Green dimana saja dan kapan saja.Hanya karena kita akan berpergian ke luar kota atau ke luar negeri sekalipun, tidak berarti kita akan meninggalkan kebiasaan menjaga lingkungan kita. Go green adalah pola pikir bagaimana kita dapat mengkolaborasikan kebiasaan lama dengan tempat yang baru. Dan itu sangat bermanfaat selama hidup kita. Jadi, saat kita pergi berlibur, kita dapat dengan mudah menemukan tips-tips untuk tetap bertindak sebagaimana kita ingin agar bumi ini terhindar dari kerusakan lingkungan.
- Bepergian Menggunakan Angkutan Umum
Pergi ke luar kota menggunakan bus atau travel adalah hal kecil yang bisa menghindari pemanasan global yang kian hari kian meningkat. Daripada menggunakan kendaraan pribadi, lebih baik kita menggunakan angkutan umum. Ini juga berguna untuk mencegah terbuangnya emisi gas secara berlebihan. Dan secara langsung mengurangi pencemaran udara yang terjadi di kota-kota besar. - Aturan Penerbangan
Terbang dari suatu negara ke negara yang lain jauh lebih cepat, tetapi juga lebih berbahaya bagi lingkungan. Mengingat pesawat mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida per orang daripada transportasi lain.
Jika memang harus terbang, maka lakukanlah dengan cara yang tepat. Kita harus benar-benar mematikan alat elektronik yang dibawa. Jangan hanya mengaktifkan mode silent, karena itu masih mengeluarkan sejumlah energi. - Memilih Hotel
Ketika memesan tempat tinggal, cari tahu mana hotel lokal yang benar-benar dimiliki dan dioperasikan. Seperti misalnya, hotel yang memiliki program daur ulang yang efektif; hotel yang memiliki kebijakan untuk mengurangi konsumsi, seperti lampu hemat energi dan toilet aliran rendah. Cari tahu juga apakah mereka berkontribusi pada masyarakat setempat. - Selama Bertempat Tinggal Kita harus memperhatikan hal-hal ini saat menginap di hotel:
- Jangan biarkan air kran terus mengalir saat sedang menggosok gigi
- Matikan lampu ketika Anda meninggalkan ruangan.
- Membawa peralatan mandi sendiri dan coba untuk menghindari menggunakan apa yang dikemas di hotel.
- Menggunakan transportasi umum, sewa sepeda atau berjalan sambil melihat-lihat.
- Jangan terlalu banyak membeli souvenir yang dikemas dari plastik.

Wow, infonya bagus sekali! Ide-idenya sangat bagus buat diterapkan oleh umum. Aku sendiri selalu naik angkutan umum, karena kebetulan rumahku persis di depan jalan. Aku malah kadang bingung kalau ngelihat orang-orang yang tinggalnya depan jalan gitu, tapi masih di antar pakai motor, atau mobil. Gak pernah dibiasain mandiri mungkin ya, padahal cuma dengan Rp.2000 (pelajar), bisa sampai. Tapi pengecualian sih kalau udah terlambat :v . Kalau soal go green dalam bepergian, yang paling gampang ya jangan buang sampah sembarangan, dan jangan memakai banyak energi. Aku setuju banget dengan ide untuk berjalan kaki atau memakai transportasi umum. Soalnya, kalau kita keluar kota atau negeri untuk liburan, kan kita mau melihat pemandangan, cara yang paling murah ya jalan kaki. Udah sehat, mata segar! Kalau engga, ya menggunakan transportasi umum. Kan kita jadi bisa berinteraksi dengan sesama penumpang. Contoh negara yang transportasinya bagus setahuku sih Jerman. Di sana jalur kereta api (Bahn) nya memang melewati tempat-tempat yang indah (jalurnya udah diatur gitu). Kereta nya juga bersih dan termasuk salah satu kereta tercepat di Eropa! Harga nya juga sangat-sangat jauh lebih murah kalau dibandingkan dengan menaiki taksi atau menyewa mobil! Itu aja komentarku. Ide-idemu bagus sekali. Aku setuju dengan semuanya! Nice post!
BalasHapusBiasanya orang yang begitu (pakai kendaraan pribadi di jarak yang dekat), hanya untuk bergaya dan menunjukkan eksistensi mereka. Lucu juga kalau dipikir, mencemarkan lingkungan hanya untuk kepentingan diri sendiri. Mereka tidak berpikir bahwa lingkungan juga bagian dari hidup kelak.
HapusIya, aku setuju banget. Semoga saja angkutan umum di Indonesia cepat-cepat di "maju"-kan kualitasnya. Supaya nanti bisa dibuat peraturan yang memaksakan orang-orang untuk menaiki angkutan umum. Di Bali misalnya, bemo nya kadang tidak bagus kondisinya (reot) dan waktu kedatangannya tidak pasti (pernah nunggu 30 menit cuma untuk dapat bemo...). Masyarakat butuh kepastian..., makanya mungkin harus lebih diatur jadwalnya. Menurut pengalamanku beberapa tahun naik bemo, kadang ada bemo yang nakal. Bemo-nya itu menurunkan penumpang seenaknya saja dimana saja. Kadang alasannya mau ibadah (padahal belum jamnya!), ada urusan pentinglah, dll. Padahal alasan sebenarnya karena sepi (ya, biasanya kejadiannya itu pas udah sendirian atau cuma berdua aja). Itu juga mungkin yang menjadi penghalang orang-orang menaiki angkutan umum di Bali. Walaupun sekarang ada Bis Sarbagita, bis nya itu cuma berhenti di halte-halte tertentu saja, dan kadang tidak di tempat-tempat umum yang sangat diperlukan oleh penumpang. Dulu sih pernah dibangun halte di depan rumahku (SDN 5 Pedungan), tapi supir-supir bemo-nya pada demo karena katanya menurunkan pendapatan mereka. Yah, mau bagaimana lagi...
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusAda juga bemo gratis dari pemerintah. Apa sih namanya? Aku lupa. Ya, karena si sopir cuma dapet uang dari pemerintah dan bukan dari pelanggan, kadang mereka malah seenaknya mengangkut dan memberhentikan penumpang. Ya, dalam arti kata bisa dibilang ogah-ogahan. Maklum sih, naluri manusia. Ya, tapi harusnya kerja itu sepenuh hati dong..
HapusIya, bener itu. Maunya yang enak aja, tapi gak mau melayani customer (penumpang). Jadinya sih gaji buta memang..., btw, nama bemo yang gratis itu Bemo Pengumpan Sarbagita kalau gak salah.
BalasHapus